Mangkunegaran Run 2026 sukses digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, diikuti sekitar 7.750 pelari dari seluruh Indonesia dan 22 negara. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, event ini mencatat sejarah baru sebagai edisi terbesar sekaligus yang pertama kali mengantongi sertifikasi resmi dari World Athletics — menegaskan posisinya sebagai event lari berstandar internasional.
Rute tahun ini mengusung nilai historis, dengan garis start di Stadion Manahan yang dulunya merupakan kawasan olahraga berkuda Mangkunegaran, dan garis finish di kawasan Triwindu, Ngarsopuro, tepat di depan gapura Pura Mangkunegaran.

Sport Tourism yang Kental Budaya
Sepanjang rute, peserta disuguhi ornamen budaya khas Solo serta pertunjukan tari dan musik tradisional. Berbagai stan UMKM turut berjajar menyediakan produk olahan khas kota ini. Wali Kota Surakarta menyebut event ini sebagai bentuk promosi kota yang tidak hanya soal keramaian, tapi juga dampak ekonomi nyata bagi UMKM, hospitality, kuliner, hingga transportasi lokal.
Kolaborasi dan Keberlanjutan
Tahun ini, Mangkunegaran Run juga menggandeng Permata Bank lewat inisiatif "One Mission to Green the Earth" — mengonversi total jarak tempuh peserta menjadi program penanaman 5.000 pohon di Bukit Tigapuluh, Jambi, untuk melindungi habitat gajah Sumatra.
Dengan pencapaian ini, Mangkunegaran Run semakin mengukuhkan posisi Solo sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang memadukan olahraga, budaya, dan pariwisata dalam satu langkah.